Bangkit di M7, Ini Modal ONIC Hadapi Team Falcons di Peluang Terakhir
ONIC akhirnya menunjukkan performa terbaiknya di M7 World Championship. Pada Round 4 Swiss Stage, tim Landak Kuning itu tampil agresif dan menumbangkan EVIL dengan skor telak 2-0, Jumat (16/1/2026).
Kemenangan ini membuka kembali jalan mereka menuju Knockout Stage sebagai peluang terakhir. Pada Sabtu (17/1/2026) malam ini, ONIC akan melawan Team Falcons pukul 19:00 WIB di Xo Hall, Jakarta Barat.
Sebelum pada tahap ini, ONIC membuka Swiss Stage M7 dengan performa yang belum stabil. Mereka sempat menang tipis atas Boostgate Esports dari Turki, namun harus menelan kekalahan dari Yangon Galacticos dan Team Spirit. Dalam tiga laga Best of One (BO1) tersebut, permainan mereka dinilai kurang solid dan memicu kritik.
Sorotan utama datang dari draft hero yang dianggap janggal, sehingga ONIC kesulitan tampil dominan sejak early game. Minimnya koneksi antarpemain juga membuat mereka kerap kalah dalam teamfight dan sulit mengontrol tempo pertandingan.
Situasi berubah saat ONIC memainkan laga Best of Three (BO3) melawan EVIL. Permainan mereka jauh lebih rapi, agresif sejak awal, dan unggul dalam teamfight. Kemenangan telak atas juara MPL Singapura itu menjadi sinyal kebangkitan yang cukup meyakinkan.
Kini, ONIC hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk lolos ke Knockout Stage M7 saat menghadapi Team Falcons. Lalu, apa saja modal SANZ cs untuk menjaga asa dan terus melaju?
Modal Penting ONIC untuk M7
Secara kualitas, ONIC masih masuk jajaran favorit juara M7 bersama Team Liquid PH dan Selangor Red Giants. Status juara MPL ID S16 menjadi bukti bahwa Raja Langit punya kapasitas bersaing di level tertinggi.
Keuntungan lain datang dari format pertandingan. Setelah laga kontra EVIL, Swiss Stage tak lagi menggunakan BO1, format yang kerap menyulitkan ONIC. Selanjutnya, semua laga dimainkan dengan BO3 dan BO5, format di mana ONIC justru punya catatan positif.
Sejarah M-Series menunjukkan ONIC sering terseok di BO1, namun tampil jauh lebih kuat di BO3 dan BO5. Hal ini terlihat jelas di M5, saat mereka menyapu bersih babak grup dan melaju dominan di babak knockout hingga menaklukkan tim-tim besar.
ONIC juga unggul dari sisi rekor pertemuan melawan Team Falcons. Mereka belum pernah kalah dari wakil MENA tersebut di Mid-Season Cup 2024, ESL SPS 2025 Masters, hingga Games of the Future 2025. Meski Falcons sempat mencuri satu game di pertemuan terakhir, hal itu bisa menjadi pengingat agar ONIC tetap waspada.
Terakhir, dukungan penuh dari penggemar dan komunitas MLBB Indonesia menjadi energi tambahan bagi Raja Langit. Dukungan langsung ini diharapkan mampu mendorong ONIC terus melangkah dan membawa pulang trofi demi #Menu7uJuara.
Dapatkan informasi seputar game & esports di DensPlay!