×

L O A D I N G

Sharper Esports Juara PMGO S2 SEA Finals, Hasilnya Picu Kontroversi

PUBG Mobile Global Open Southeast Asia (PMGO SEA) S2 Finals telah berakhir pada Minggu (13/9/2026). Sharper Esports asal Tailan meraih gelar juara dari turnamen ini.

Namun, hasil tersebut malah memicu perdebatan di komunitas PUBG Mobile Indonesia. Banyak penggemar menilai bahwa sikap Sharper Esports pada turnamen ini tidak menunjukkan rasa hormat kepada tim lawan. 

Sharper Esports Dinilai Sengaja Menggunakan Fitur Surender

Pada hari itu semua tim bermain sebanyak tujuh game. Namun, jika dihitung dari hari pertama, maka total 19 game yang telah dimainkan oleh seluruh tim. Mengutip dari detikinet, penyebab kemarahan para penggemar bermula dari match ke-16 (jika dihitung dari hari pertama), atau match keempat di hari terakhir. Kejadian ini di map Erangel, saat memasuki late game.

Saat late game, Bigetron by Vitality dan Sharper Esports bertarung untuk meraih Winner Winner Chicken Dinner (WWCD). Begitu sedang berlangsung, Bigetron unggul secara permainan. Kemudian, pada menit ke-28, granat yang dilempar BTR Zetaxzz connect ke pemain Sharper, yaitu SP Ch4co dan SP Sakura. Alhasil, kedua pemain itu cepat dipulangkan ke arah lobby. 

Lalu, ketika Sharper Esports hanya tersisa dua main, salah satunya harus knock terkena blue zone, dia adalah SP Nc2. Kejadian ini membuat para penggemar PUBG Mobile Indonesia marah ketika SP Nc2 diduga menggunakan fitur surrender atau menyerah secara sengaja. Karena itulah, Bigetron tidak bisa mendapatkan tambahan poin kill.

Sementara itu, pemain Bigetron, Zetaxzz, tengah melakukan spray dengan AUG ke arah SP Nc2. Namun, secara mendadak bar HP-nya menghilang dan dia dinyatakan tereliminasi akibat blue zone

Selisih Poin Jadi Sorotan

Pada akhirnya, Sharper Esports dinyatakan sebagai juara dengan mengoleksi 148 poin dari akumulasi 101 poin elims, dan 47 poin placement

Sementara Bigetron by Vitality di posisi peringkat dua. Penggemar pun sakit hati karena hasil akhirnya menunjukkan bahwa tim ini memiliki total 147 poin. Artinya, selisihnya dengan Sharper Esports hanya 1 poin, sehingga aksi SP Nc2 yang diduga menggunakan fitur tadi dianggap tidak respect terhadap lawan.

Jika mereka memiliki poin yang sama, maka terjadilah tiebreaker. Kalau berdasarkan aturannya, penentuan juara berdasarkan perolehan WWCD. Seandainya ada perubahan pada klasemen akhir PMGO SEA Finals 2026, gelar juara bisa diraih oleh Bigetron by Vitality.

Hingga saat ini, pihak penyelenggara turnamen PUBG Mobile Esports belum memberikan keterangan resmi terkait permasalahan tersebut.

Dapatkan informasi seputar game & esports di DensPlay!



Share this article

Rate this article



Rekomendasi Artikel Lainnya

Live Chat