×

L O A D I N G

6 Film Populer Ini Diadaptasi Dari Buku Best Seller

Sejak tahun 2002, masyarakat Indonesia memperingati 17 Mei sebagai Hari Buku Nasional. Perayaan ini pertama kali dicetuskan oleh Abdul Malik Fadjar yang saat itu menjabat sebagai Menteri Pendidikan. Adanya peringatan Hari Buku Nasional ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan minat baca buku, mengingat sangat rendahnya minat baca buku di Indonesia. Selain itu, perayaan ini juga bisa menjadi momen penting untuk mengapresiasi setiap karya sastra dan buku-buku yang dibuat oleh anak bangsa dalam menarik minat baca masyarakat.

Seperti halnya, karya-karya yang ditulis oleh Pidi Baiq yang berhasil membuat masyarakat tertarik untuk membaca novel karangannya. Hal ini terlihat dari kesuksesan novel “Dilan 1990” yang laris dipasaran sejak tahun pertamanya diterbitkan. Karya novelnya yang best seller ini membuat sang penulis mendapatkan banyak tawaran kerjasama untuk mengangkatnya menjadi sebuah film. Hingga di tahun 2018, novel tersebut berhasil diangkat ke layar lebar dan berhasil laris di pasaran dengan meraih 6.315.664 penonton di bioskop. Tidak hanya itu, novel “Dilan 1991” dan “Milea: Suara dari Dilan” yang merupakan sekuel dari novel “Dilan 1990” juga turut mendapatkan pencapaian yang sama luar biasa. Selain bukunya yang best seller, kedua karyanya ini kembali diangkat ke layar lebar dengan meraih 5.253.411 penonton untuk film “Dilan 1991” dan 3.157.817 penonton untuk film “Milea: Suara dari Dilan.”

Hal serupa juga terjadi pada karya yang ditulis oleh Meira Anastasia. Melalui karya buku non fiksi yang berjudul “Imperfect: A Journey to Self-acceptance”, Meira mencurahkan isi hatinya ketika menghadapi body shaming serta rasa insecure dalam dirinya. Pengalaman yang ia bagikan dalam bukunya ini ternyata cukup relate dengan keadaan banyak orang, sehingga tidak mengherankan jika buku ini sangat diminati dan berhasil menjadi buku best seller. Buku yang mengangkat isu body shaming dan insecure ini juga telah diadaptasi kembali menjadi sebuah film pada tahun 2019 dan berhasil meraih 2.662.356 penonton.

Karya buku selanjutnya datang dari novel “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini” atau biasa disingkat dengan “NKCTHI.” Tidak ada yang menyangka bahwa buku yang ditulis oleh Marchella FP pada saat keadaan burnout ini bisa masuk dalam jajaran buku best seller. Keantusiasan mereka dalam menyambut buku tersebut terlihat dari jumlah pre-order novel “NKCTHI” yang mencapai ribuan eksemplar dalam waktu semalaman. Bahkan, ketika novel tersebut berhasil diangkat menjadi sebuah film pada tahun 2020, film tersebut disambut dengan baik di kalangan penggemar dan berhasil meraih 2.256.908 penonton.

Kemudian yang terakhir terdapat novel “Sabtu Bersama Bapak” yang ditulis oleh Adhitya Mulya. Novel yang terbit pada tahun 2014 ini merupakan sebuah buku best seller yang sukses terjual sebanyak puluhan ribu buku. Dengan berlatarkan tentang kisah menyentuh dari sosok ayah yang telah meninggal, namun hal tersebut tidak membatasinya untuk menyayangi keluarga kecilnya. Ceritanya yang menarik membuat rumah produksi film mengangkatnya ke layar lebar pada tahun 2016. Walaupun film tersebut hanya meraih 300.567 penonton, akan tetapi film tersebut berhasil memenangkan sejumlah penghargaan pada Film Festival Bandung 2016, Piala Maya 2016, dan Indonesian Movie Actors awards 2017.

Maka untuk itu sangat penting bagi kita semua untuk menghargai dan mendukung setiap karya anak bangsa karena karya tersebut merupakan salah satu sumber daya yang tak ternilai, baik dalam pertumbuhan minat baca maupun sebagai sumber ide bagi para pembuat film.



Share this article

Rate this article



Rekomendasi Artikel Lainnya

Live Chat