×

L O A D I N G

Microdrama Kian Digemari Gen Z dan Milenial, Ini Alasannya!

Generasi Z (Gen Z) dan Milenial tumbuh berdampingan di era digital, dimana gawai alias smartphone menjadi pusat dari seluruh aktivitas mereka. Sebagai generasi yang melekat dengan teknologi, lebih dari 90% dari mereka gemar menonton video pendek baik melalui platform TikTok, Instagram hingga YouTube Shorts.

Mereka sangat menyukai format tersebut karena sesuai dengan kebiasaan yang serba cepat dan butuh hiburan instan. Apalagi rentang perhatian mereka cenderung pendek, yakni hanya sekitar 8 detik, sehingga mereka lebih memilih visual langsung yang padat ketimbang harus membaca narasi teks yang panjang.

Dilansir dari data Digital Indonesia 2026 bersumber dari We Are Social & Meltwater yang mengambil basis data struktur populasi pengguna internet berusia 16 tahun ke atas (16+), konsumsi video digital di Indonesia menempati posisi teratas dengan angka mencapai 98,3%. Lebih spesifik lagi, jenis konten video pendek digemari secara masif oleh 96,6% pengguna internet setiap minggunya.

Hal ini diperkuat oleh data frequency of media use yang menunjukkan bahwa video pendek dikonsumsi hampir setiap hari, yaitu dengan rata-rata 4,93 hari dalam seminggu.

Kecanduan terhadap format vertikal dari dua generasi ini didorong penuh oleh faktor perangkat, di mana data devices used mencatat sebanyak 98,0% pengguna mengakses internet menggunakan telepon genggam, dan secara spesifik 95,5% adalah pengguna smartphone

Layar vertikal smartphone inilah yang menjadi pendorong utama mengapa format video pendek vertikal menjadi sangat adiktif bagi Gen Z dan Milenial dibandingkan menonton TV konvensional atau PC. 

Saat ini, masyarakat khususnya Gen Z dan Milenial, semakin terbiasa mengonsumsi konten berdurasi pendek dengan format vertikal. Awalnya, jenis konten ini memang lebih sering dimanfaatkan untuk unggahan pribadi yang bersifat santai. 

Namun, lambat laun, format ini juga mulai digunakan untuk menyajikan konten hiburan terstruktur, termasuk serial drama yang dibuat dalam gaya serupa. Karena secara kebiasaan pengguna media sosial dari kalangan Gen Z dan Milenial sudah sangat nyaman dengan format tersebut, sehingga pergeseran ke tontonan drama pendek pun berjalan begitu cepat. 

Cara menonton dari kedua generasi inilah yang memicu fenomena baru dalam beberapa tahun terakhir, yaitu hadirnya microdrama. Fenomena tontonan format microdrama ini berkembang pesat di berbagai platform digital, seperti TikTok, Instagram, YouTube Shorts, dan sejumlah aplikasi streaming khusus lain. 

Meski kemunculannya di Indonesia baru beberapa tahun terakhir, pertumbuhan konsumsinya di kalangan Gen Z dan Milenial rupanya sangat pesat hingga menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara pengonsumsi dan pengunduh microdrama terbesar di dunia. 

Berdasarkan data dari Laporan Lembaga Penelitian Data Eye mengenai Distribusi Unduhan Pasar Microdrama Luar Negeri yang diperbarui pada akhir tahun 2025, Indonesia bersama dua negara lain yakni India dan Brasil menjadi pasar unduhan utama yang bersama-sama menyumbang lebih dari 40% dari total 1,855 miliar unduhan microdrama di seluruh dunia.

Kedepannya, penikmat microdrama dari kalangan Gen Z dan milenial di dalam negeri khususnya di Indonesia ini diprediksi akan bertambah lebih banyak lagi karena hadir sebagai hiburan yang cepat, mudah dan memuaskan. 

Ikuti informasi seputar hiburan, seperti musik, film, selebriti dan lainnya di Instagram @dens.tv.





Share this article

Rate this article



Rekomendasi Artikel Lainnya

Live Chat