Ivan Gunawan Pamerkan Batik Madura di NUSANOVA 2.0 Sekar Jagat
Desainer Ivan Gunawan menggelar pameran instalasi mode NUSANOVA 2.0: Sekar Jagat yang dibuka pada 3 Agustus dan bisa dikunjungi publik pada 4-7 Agustus 2026 di D Gallerie, Jakarta. Melalui pameran ini, Ivan menampilkan koleksi wastra nusantara yang terinspirasi dari Batik Sekar Jagat khas Pamekasan, Madura, yang dikenal dengan warna-warna berani serta karakter visual yang kuat.
D Gallerie pun disulap menjadi sebuah ruang instalasi fesyen yang memadukan unsur mode, seni, budaya dan keberlanjutan, mengajak pengunjung menyelami proses kreatif di balik setiap karya Ivan Gunawan. Konsep tersebut senada dengan filosofi yang diusung Sekar Jagat, motif batik yang merangkai beragam corak menjadi satu kesatuan.
“Saya melihat bahwa batik Madura punya kesamaan karakter dengan diri saya,” ujar Ivan Gunawan dikutip dari Beautynesia Kamis (06/08/2026).
Menurutnya, Batik Sekar Jagat memiliki warna dan motif yang kaya serta penuh karakter, sesuatu yang ia rasa mencerminkan perjalanan hidup dan gaya berkaryanya.
Dari total 35 rancangan, lebih dari 20 tampilan dipamerkan kepada publik. Ivan mengungkapkan bahwa koleksi kali ini memiliki tingkat kerumitan yang lebih tinggi dibandingkan karya-karya sebelumnya, sehingga proses pembuatannya memakan waktu sekitar lima bulan.
Sentuhan glamor dan avant-garde menjadi benang merah dalam setiap rancangan. Ivan menghadirkan gaun berstruktur dengan detail payet rumit yang membentuk bunga tiga dimensi, sebuah teknik yang pertama kali ia terapkan dalam koleksinya.
Libatkan Pelajar hingga Seniman

Ivan juga menggandeng siswa sekolah mode sebagai usher agar mereka dapat memperoleh pengalaman langsung sekaligus mempelajari cara mengolah batik menjadi karya fesyen modern. Selain itu, sejumlah seniman dan pelaku industri mode juga turut berpartisipasi dalam pameran ini.
Salah satunya adalah seniman sekaligus aktivis lingkungan Intan Anggita Pratiwie, yang menghadirkan instalasi berbentuk Pohon Nangger, pohon khas Madura yang dipercaya memiliki usia ratusan tahun dan dianggap sakral oleh masyarakat setempat. Karya tersebut dibuat dengan menggunakan kain-kain sisa produksi Ivan Gunawan sebagai bentuk penerapan fesyen berkelanjutan.
NUSANOVA 2.0 juga menghadirkan kolaborasi Ivan Gunawan dengan Grace Lim dari Bagteria. Menampilkan tas edisi terbatas yang dirancang secara khusus menggabungkan tali rafia berwarna biru dan batu permata menjadi aksesori tas untuk melengkapi busana.
Pameran ini dibuka secara gratis dan bertujuan untuk memamerkan koleksi busana, menginspirasi masyarakat, khususnya pelajar, pecinta seni, dan penggemar mode untuk lebih mengenal kekayaan wastra Indonesia.
“Saya tidak ingin karya saya selalu menjadi sesuatu yang eksklusif. Saya ingin masyarakat Indonesia, pecinta kain dan wastra serta generasi muda, dapat melihat karya ini dari dekat dan mendapatkan inspirasi,” ujarnya.
Dapatkan informasi seputar fashion dan inspirasi seputar outfit lainnya di DensLife&Style.