×

L O A D I N G

4 Fakta Tentang Rendang, Makanan Khas Minangkabau yang Mendunia

Rendang merupakan salah satu kuliner khas Minangkabau yang telah menjadi ikon masakan Indonesia di mata dunia. Tak hanya dikenal karena cita rasanya yang kaya akan rempah, hidangan ini juga menjadi bagian dari tradisi dan budaya masyarakat Minang yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Kota Padang yang diperingati setiap 7 Agustus, momen ini menjadi waktu yang tepat untuk mengenal rendang lebih dekat. Kita juga bisa mempelajarinya dari ahlinya, seperti Reno Andam Suri, seorang ahli kuliner sekaligus pembisnis rendang modern. Kuliner khas Sumatera Barat ini menyimpan berbagai fakta menarik yang bisa menambah wawasan sebagai berikut.

1. Pernah Menjadi Makanan Terenak di Dunia

Rendang telah mendapat pengakuan internasional sebagai salah satu makanan terenak di dunia. Pada tahun 2017, makanan khas Minangkabau ini berhasil menempati peringkat pertama dalam daftar World’s 50 Most Delicious Foods

Prestasi tersebut membuat rendang mengungguli berbagai hidangan populer dari negara lain, seperti pad thai dan sushi. Makanan ini juga akhirnya menarik minat banyak wisatawan mancanegara untuk mencicipinya langsung di Indonesia.

2. Makna Filosofi Rendang yang Mendalam

Rendang bukan hanya dikenal karena cita rasanya yang kaya, tapi juga menyimpan filosofi mendalam dengan setiap bahan yang digunakan. Mengutip dari berbagai sumber, daging melambangkan para pemimpin suku adat, santan yang berasal dari kelapa melambangkan kaum intelektual, cabai menjadi simbol ulama yang tegas dalam mengajarkan agama, sedangkan aneka rempah menggambarkan seluruh masyarakat Minangkabau. 

Perpaduan bahan-bahan tersebut mencerminkan pentingnya persatuan dan kerja sama dalam kehidupan masyarakat Minang.

3. Nama Asli Rendang

Nama asli dari rendang sendiri adalah “randang”, yang diambil dari kata “marandang” yang artinya “lambat”. Makna itu merujuk pada proses memasak rendang yang membutuhkan waktu lama, setidaknya sekitar delapan jam dan melalui beberapa tahapan hingga bumbunya benar-benar meresap. 

"Rendang itu adalah bukan nama makanan, bukan hanya nama makanan, tapi proses memasak. Namanya marandang." ucap Reno Andam Suri

Bahkan, dalam tradisi tertentu, rendang dimasak semalaman untuk menghasilkan cita rasa yang lebih kaya.

4. Proses Memasak Rendang yang Membutuhkan Kesabaran

Rendang dimasak dengan teknik slow cooking menggunakan api kecil selama sekitar 4–6 jam atau bahkan lebih. Proses memasak yang panjang ini membuat bumbu dan rempah meresap hingga ke dalam daging, sehingga menghasilkan tekstur yang empuk dengan cita rasa yang kaya.

“Proses tahapannya itu ada tiga. Ada levelnya ada tiga. Pertama bikin gulai dulu. Level kedua jadi kalio. Level ketiga baru namanya jadi rendang.” ujarnya.

Selain menghasilkan rasa yang khas, waktu memasak yang lama juga membuat rendang lebih awet. Karena daya tahannya yang tinggi, rendang pada zaman dahulu sering dijadikan bekal perjalanan jauh oleh masyarakat Minangkabau dan dapat bertahan hingga berminggu-minggu jika dimasak dengan benar.

Rendang bukan hanya dikenal sebagai hidangan khas Minangkabau dengan cita rasa yang kaya, tapi juga menyimpan cerita panjang di balik setiap proses pembuatannya. Mulai dari filosofi bahan, hingga teknik memasak yang diwariskan secara turun-temurun, ada banyak hal menarik yang membuat rendang begitu istimewa. 

Lantas, seperti apa rahasia di balik kelezatan rendang dan kekayaan masakan Padang yang telah mendunia? Yuk, saksikan selengkapnya di Dialog Rasa: Makan Rendang di Padang Merdeka Langsung Sama Pakarnya, Reno Andam Suri



Share this article

Rate this article



Rekomendasi Artikel Lainnya

Live Chat