5 Jenis Pakaian yang Sebaiknya Tidak Didonasikan ke Korban Bencana
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026 lalu meninggalkan dampak bagi masyarakat setempat. Di tengah upaya pemulihan, bantuan dari berbagai pihak menjadi salah satu bentuk dukungan yang dibutuhkan.
Salah satu bantuan yang dapat diberikan adalah pakaian. Namun, sebelum itu penting untuk diketahui jenis pakaian yang sebaiknya tidak didonasikan, agar nantinya kita bisa memilah terlebih dahulu. Apa sajakah itu?
1. Pakaian yang Sobek dan Memudar

Jika pakaian tersebut sudah sobek, warnanya memudar, atau berlubang meski tampak kecil, maka tetap saja termasuk kurang pantas. Untuk memberi donasi, korban bencana berhak mendapatkan pakaian yang layak digunakan, bukan pakaian yang terkesan seperti barang “buangan” atau sekadar barang bekas yang sudah tidak terpakai.
2. Pakaian dengan Kondisi Rusak

Dalam situasi darurat dan serba terbatas, tentu dibutuhkan pakaian yang siap untuk langsung digunakan. Oleh karena itu, jenis pakaian yang sudah rusak seperti resleting macet atau kancing hilang sebaiknya tidak didonasikan. Kalau pakaian tidak dapat berfungsi sempurna, justru menjadi tidak terpakai dan jadi limbah.
3. Pakaian yang Bernoda
Jenis pakaian yang sebaiknya tidak didonasikan berikutnya adalah yang bernoda dan bau. Pasalnya, fasilitas mencuci dan air bersih bisa jadi sangat terbatas di area pengungsian. Maka dari itu, pastikan pakaian yang disumbangkan dalam kondisi bersih, rapi, dan terlipat dengan baik tanpa kusut.
4. Pakaian yang Terlalu Terbuka atau Transparan

Pakaian yang terlalu terbuka, seperti backless atau transparan, sebaiknya tidak dijadikan pilihan untuk donasi. Model seperti ini belum tentu sesuai dengan norma dan kondisi di setiap daerah, sehingga membuat penerima merasa kurang nyaman atau pakaian tersebut akhirnya tidak digunakan.
5. Pakaian dengan Motif atau Tulisan yang Kurang Pantas

Jenis pakaian dengan motif, tulisan, atau simbol yang mengandung makna kasar dan sensitif sebaiknya tidak didonasikan. Korban bencana memiliki latar belakang yang beragam, sehingga pakaian dengan desain atau tulisan tertentu berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan dan akhirnya tidak dapat digunakan.
Itulah jenis-jenis pakaian yang sebaiknya tidak didonasikan ke korban bencana alam. Dengan begitu, barang yang kita berikan bisa bermanfaat untuk membantu mereka dalam menghadapi situasi darurat.
Dapatkan informasi seputar fashion dan inspirasi seputar outfit lainnya di DensLife&Style.
