Mengenal Soto Banjar, Kuliner Ikonik Banjarmasin dari Lintas Budaya
Banjarmasin, Kalimantan Selatan, punya banyak kuliner khas yang menarik untuk dicicipi, salah satunya Soto Banjar. Hidangan berkuah ini dikenal dengan aroma rempah yang kuat serta berbagai pelengkap yang membuat rasanya begitu khas.
Berkenalan dengan Soto Banjar juga bisa menjadi salah satu cara mengenal kekayaan kuliner Banjarmasin, yang akan diperingati ulang tahunnya setiap tanggal 24 September. Lantas, seperti apa asal-usul dan keunikan Soto Banjar yang membuatnya begitu populer? Yuk, simak!
Soto Banjar Tercipta dari Perpaduan Budaya
Soto Banjar memiliki kaitan erat dengan pengaruh budaya Tionghoa. Mengutip Mencicipi Soto Banjar, Membayangkan Sejarah karya Mursalin dalam Kandil: Majalah Kebudayaan, sebagaimana dilansir Indonesia Kaya, istilah soto berasal dari kata cao do, jao to, atau chau tu dalam bahasa Tionghoa yang artinya jeroan yang dimasak dengan rempah-rempah. Pengaruh tersebut turut terlihat dari penggunaan jeroan seperti hati, paru, usus, dan ampela dalam sajian soto.
Perkembangan soto di Indonesia juga tidak lepas dari jalur perdagangan laut, termasuk wilayah pesisir Kalimantan. Kedatangan pedagang dari berbagai negara ke Banjarmasin membuat Soto Banjar berkembang sebagai hidangan dengan perpaduan budaya.
Pengaruh Belanda terlihat dari penggunaan kuah kaldu bening, seledri, wortel, kentang, hingga perkedel, sedangkan India memberikan sentuhan bumbu bercita rasa kare dan penggunaan susu pada beberapa varian kuah.
Sementara itu, pengaruh Arab terlihat dari penggunaan rempah seperti cengkeh, adas, dan kayu manis. Berbagai pengaruh tersebut kemudian berpadu dengan karakter cita rasa masyarakat Banjar yang gurih dari kaldu dan susu serta sedikit sentuhan manis dari kayu manis. Perpaduan inilah yang membuat Soto Banjar memiliki cita rasa khas dan terus dikenal sebagai salah satu kuliner ikonik Kalimantan Selatan.
Ciri Khas Soto Banjar yang Menjadi Pembeda
Keunikan soto Banjar terletak pada kuahnya. Berbeda dari soto yang biasa menggunakan santan, kuliner satu ini memiliki kuah bening yang kaya akan rempah. Kuah tersebut dibuat dari kaldu ayam kampung yang dimasak dengan bumbu halus berupa bawang merah, bawang putih, dan merica. Adapun tambahannya dengan “bumbu cemplung” seperti kayu manis, cengkeh, kapulaga, dan pala.
Menariknya lagi, bahkan beberapa resep otentik soto Banjar menambahkan sedikit kuning telur atau susu yang dicampur ke dalam kuah, untuk memberi tekstur yang kental dan gurih.
Tentu saja, kenikmatan soto Banjar juga tak terpisahkan dari sajian pelengkap seperti daging ayam suwir, ketupat atau lontong, perkedel kentang, soun, dan telur rebus. Tak ketinggalan juga, menambahkan irisan seledri, daun bawang, bawang goreng, perasan jeruk nipis, hingga sambal rawit sebagai sentuhan akhir untuk memberi rasa segar dan sedikit pedas.
Soto Banjar bukan sekadar hidangan berkuah, tapi juga mencerminkan kekayaan rempah dan budaya yang berkembang di Kalimantan Selatan. Perpaduan rasa gurih, aroma rempah yang khas, dan beragam pelengkap menjadikan sajian ini bagian dari identitas kuliner Banjarmasin.
Dapatkan informasi seputar makanan dan resep hidangan lainnya di DensFood Channel.