3 Museum Bersejarah untuk Mengenang Hari Kesaktian Pancasila
Setiap 1 Oktober setiap tahunnya, Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Ingatan tersebut tentu tidak lepas dari tragedi Gerakan 30 September atau G30S pada tahun 1965, yang menelan korban jiwa. Dari berbagai literatur, peristiwa ini melibatkan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan Resimen Cakrabirawa.
Kejadian kelam ini merenggut nyawa tujuh perwira militer Indonesia dan putri dari Jenderal Abdul Haris Nasution. Namun, pemberontakan itu berhasil digagalkan pada 1 Oktober 1965, sehingga diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila.
Jejak peristiwa kelam tersebut masih dapat kita saksikan melalui berbagai peninggalan yang tersimpan di museum dan situs bersejarah. Tempat-tempat ini menjadi pengingat sekaligus ruang untuk mempelajari kembali sejarah yang terjadi pada masa itu. Berikut tiga museum yang bisa dikunjungi untuk mengenang Hari Kesaktian Pancasila.
1. Monumen Pancasila Sakti

Monumen Pancasila Sakti atau dikenal dengan museum Lubang Buaya, adalah salah satu tempat bersejarah untuk Hari Kesaktian Pancasila, tepatnya pada peristiwa G30S. Lokasi tersebut adalah sebuah sumur yang menjadi tempat di mana ditemukannya tujuh jenazah para perwira militer Indonesia,
Lubang sumur tersebut memiliki kedalaman 12 meter dan diameter 75 sentimeter. Konon, para perwira disiksa dan dibunuh sebelum jenazahnya dimasukkan ke dalam sumur. Di area tersebut juga ada sebuah monumen yang pembangunannya diperintahkan oleh Soeharto ketika masih menjabat sebagai presiden.
Dalam pembangunannya, beliau juga menggandeng seniman Indonesia bernama Edhi Sunarso. Di monumen tersebut terdapat patung pahlawan revolusi. Ada juga museum yang berisikan diorama yang menggambarkan peristiwa G30S dan beragam koleksi perwira.
- Lokasi: Jl. Raya Pd. Gede, Lubang Buaya, Kec. Cipayung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
2. Museum Sasmitaloka Jenderal Ahmad Yani

Museum Sasmitaloka tadinya adalah tempat kediaman dari Letjen Ahmad Yani dan keluarga sejak 1958. Namun, setelah kejadian penculikan dan pembunuhan G30S, gedung ini dijadikan museum situs bersejarah.
Para pengunjung akan diperlihatkan barang peninggalan Letjen Ahmad Yani, mulai dari seragam hingga Lencana, semua masih terpelihara dalam keadaan baik.
Di ruang tengah museum, terdapat plakat yang menandai lokasi tempat sang jenderal ditembak. Selain itu, pengunjung juga dapat melihat pintu rumah yang masih memiliki bekas lubang akibat terkena tembakan peluru.
- Lokasi: Jl. Lembang No.D58, Menteng, Kec. Menteng, Jakarta, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
3. Museum Sasmitaloka Jenderal Besar A.H. Nasution

Museum ini dulunya merupakan kediaman Jenderal Abdul Haris Nasution bersama keluarga. Rumah tersebut menjadi salah satu lokasi yang berkaitan dengan peristiwa G30S, menargetkan Jenderal AH Nasution. Pengunjung dapat melihat berbagai peninggalan sang jenderal, mulai dari barang pribadi, pakaian, hingga koleksi buku.
Di dalam museum juga terdapat sejumlah patung dan diorama yang menggambarkan situasi saat peristiwa G30S terjadi. Salah satunya menampilkan Johanna Sunarti, istri AH Nasution, yang sedang menggendong putrinya, Ade Irma Suryani, yang menjadi korban dalam tragedi tersebut.
Berbagai gambaran tentang kejadian pada malam penembakan turut ditampilkan di museum ini. Selain itu, museum Jenderal AH Nasution memiliki ruang teater yang menayangkan dokumentasi sejarah para pahlawan revolusi yang menjadi korban G30S.
- Lokasi: Jl. Teuku Umar No.40, Gondangdia, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Itulah tiga museum yang bisa dikunjungi untuk mengenang Hari Kesaktian Pancasila. Berbagai peninggalan di dalamnya dapat menjadi pengingat sekaligus sarana untuk mempelajari kembali sejarah Indonesia.
Dapatkan informasi seputar konten sejarah, budaya dan pengetahuan umum lainnya untuk memperluas wawasan di DensKnowledge.