Mengenal Batik Mega Mendung, Motif Khas Cirebon yang Mendunia
Setiap tanggal 2 Oktober, Indonesia memperingati Hari Batik Nasional sebagai warisan Tanah Air yang sudah turun temurun. Bukan sekadar motif, di balik setiap corak terdapat cerita, nilai, dan identitas budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Salah satunya adalah batik Mega Mendung, motif khas Cirebon, Jawa Barat, yang dikenal dengan bentuk awannya yang berlapis.
Motif awan dengan perpaduan warna cerah mungkin terlihat sederhana, tapi Mega Mendung punya filosofi tersendiri yang membuatnya lebih dari sekadar motif kain. Keunikannya pun tetap diminati hingga beradaptasi dalam berbagai gaya busana modern. Yuk, mengenal lebih dalam seputar batik Mega Mendung sebagai berikut.
Sejarah Batik Mega Mendung
Mengutip dari ebook berjudul Cakrawala Indonesia Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Tingkat Mahir oleh Prayitno Tri Laksono dkk, motif batik Mega Mendung bermula dari kedatangan bangsa China ke Cirebon. Dalam ceritanya, Sunan Gunung Jati menikah dengan putri Tiongkok bersama Putri Ong Tien.
Kedatangan masyarakat Tionghoa turut memperkaya pengetahuan dan kebudayaan masyarakat setempat, termasuk melalui berbagai bentuk kesenian yang mereka bawa. Pengaruh itu kemudian terlihat dalam perkembangan motif batik di tanah Jawa yang memadukan pola geometris khas budaya Tionghoa.
Perpaduan itu selanjutnya dikembangkan oleh para perajin batik di Cirebon hingga melahirkan motif yang kini dikenal sebagai Batik Mega Mendung. Tak heran, jika permotifan dan lukis batik Jawa terdapat jejak simbol-simbol budaya Tionghoa.
Filosofi Motif Batik Mega Mendung
Mega Mendung menggambarkan awan-awan tebal di cuaca yang mendung. Melansir dari ebook bertajuk Kode-Kode Nusantara karya Hokky Situngkir, motif ini bermakna pemberian harapan akan turunnya hujan untuk menyuburkan pertanian.
Kalau dalam budaya China, motif awan memiliki makna nirwana, sebagai dunia yang sangat besar, abadi, dan bebas. Selain itu, motif awan juga bermakna konsep ketuhanan.
Pada motif Mega Mendung klasik, bentuk awan digambarkan secara berulang dengan pola yang serupa. Bahkan, di dalam bentuk awan yang berukuran besar terdapat lengkungan-lengkungan awan yang lebih kecil. Jika dilihat secara keseluruhan, susunan tersebut memberikan gambaran awan tebal yang sedang berarak dan memenuhi bidang kain.
Popularitas Batik Mega Mendung di Mata Dunia
Batik yang menjadi kebanggaan masyarakat Cirebon ini juga diakui sebagai bagian dari Warisan Budaya Dunia UNESCO. Selain itu, motif Mega Mendung pernah menghiasi sampul buku batik terbitan luar negeri berjudul Batik Design karya Pepin van Roojen, penulis asal Belanda.
Selain itu, ada salah satu desainer yang mengangkat motif ini adalah Jean Paul Gaultier. Desainer asal Prancis yang dikenal dengan gaya avant-garde tersebut menggunakan motif Mega Mendung dalam salah satu koleksinya, sehingga corak batik ini turut diperkenalkan kepada khalayak di panggung mode internasional.
Tak hanya Mega Mendung, Indonesia juga memiliki beragam motif batik khas daerah yang tak kalah menarik untuk dikenali. Salah satunya Batik Lasem yang menjadi bagian dari kekayaan budaya Rembang.
Ingin melihat lebih dekat cerita di balik batik Lasem sekaligus berbagai hal menarik dari Rembang? Yuk, saksikan tayangan Gandheng Rembang: Dari Batik Lasem hingga Kopi Unik: Rembang Penuh Inspirasi!
Dapatkan informasi seputar fashion dan inspirasi seputar outfit lainnya di DensLife&Style.