×

L O A D I N G

Mengenal Omakase yang Lagi Viral, Ini Sejarah dan Tata Cara Makannya!

Istilah omakase belakangan ini menjadi viral karena berawal dari konten kreator sekaligus Youtuber, Teguh Prakoso alias Tepe. Dalam vlog bersama Raditya Dika yang diunggah pada 3 Oktober 2026, Tepe dinilai blunder saat menikmati sajian omakase. 

Banyak kompilasi tayangan yang menunjukkan bahwa sikap Tepe dianggap kurang sopan karena beberapa kali membantah penjelasan menu dari chef tersebut, bahkan dia menyebutnya ngeyel. Sebenarnya apa, sih, omakase itu? Sebelum ikut mencobanya, yuk pahami lebih dulu arti, sejarah hingga tata cara menikmati omakase sebagai berikut.

Apa itu Omakase?

Melansir dari Britannica, omakase dalam bahasa Jepang artinya “menyerahkan pada orang lain”. Hal ini dilakukan oleh para pengunjung restoran sushi Jepang untuk menunjukkan bahwa seseorang menyerahkan makanan mereka pada kebijaksanaan koki. 

Omakase umumnya disajikan dalam beberapa porsi kecil atau rangkaian sushi dengan harga yang telah ditetapkan. 

Sejarah Omakase

Omakase pertama kali muncul pada tahun 1967, hingga akhirnya menjadi konsep santapan sushi pada tahun 1990-an. Konsep ini mengizinkan koki untuk membuat pilihan hidangan koki sendiri, menggunakan bahan-bahan segar untuk presentasi makanan yang artistik. 

Mengutip dari laman Tempo, Sebelum tahun 1990-an, restoran sushi masih sulit berkembang karena harganya cukup mahal. Biasanya, sushi dinikmati oleh pencinta kuliner yang memahami jenis dan kualitas ikan serta menghargai keterampilan koki sushi. 

Kondisi mulai berubah saat ekonomi Jepang berkembang pesat. Banyak pendatang baru datang ke restoran sushi kelas atas untuk menikmati makanan istimewa, meski mereka tidak terlalu memahami jenis ikan. Dari sinilah konsep omakase muncul, ketika pelanggan menyerahkan pilihan hidangan sepenuhnya kepada koki.

Tata Cara Makan Omakase

Ada beberapa cara yang perlu diperhatikan saat menikmati omakase agar berkesan. Pertama, kamu harus menghormati pilihan chef, karena menu yang disajikan adalah bentuk pengalaman dan pengetahuan mereka. Kedua, kamu dapat menikmati hidangan secara perlahan, karena omakase dibuat untuk menghargai setiap rasa dan tekstur yang disajikan oleh chef.

Ketiga, jangan mengubah hidangan dengan tambahan bumbu seperti kecap atau wasabi, kecuali permintaan dari chef itu sendiri. Selain itu, kamu juga bisa berinteraksi dengan chef, karena mereka biasanya senang untuk sharing tentang hidangan yang mereka sajikan.

Omakase bukan sekadar menikmati makanan, tapi juga pengalaman menikmati keahlian chef dalam menyajikan hidangan secara personal. Menu yang bisa berbeda sesuai musim, bahan, dan pilihan chef membuat setiap pengalaman omakase terasa unik.

Dapatkan informasi seputar makanan dan resep hidangan lainnya di DensFood Channel.



Share this article

Rate this article



Rekomendasi Artikel Lainnya

Live Chat