Mengenal Roemah Martha Tilaar, Peninggalan Sang Pelopor Kecantikan
Kabar duka menyelimuti industri kecantikan Indonesia. Martha Tilaar, pendiri Martha Tilaar Group sekaligus pelopor dibalik merek kosmetik Sariayu, meninggal dunia pada usia 89 Tahun, pukul 06.22 WIB di rumah sakit Mediastra, Jakarta Selatan, Rabu (14/10/2026).
Kabar kepergian Martha Tilaar disampaikan oleh keluarga besar Tiara Kusuma, Persatuan Ahli Kecantikan dan Pengusaha Salon Indonesia. Jenazah Martha saat ini disemayamkan di Rumah Duka Patra Kuningan, Jakarta Selatan.
Di balik kiprahnya dalam mengembangkan industri kecantikan Tanah Air, Martha Tilaar juga meninggalkan jejak sejarah melalui sebuah bangunan di Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Bangunan tersebut dikenal sebagai Roemah Martha Tilaar, rumah bergaya arsitektur neoklasik Eropa yang telah direstorasi dan dibuka untuk kunjungan wisatawan sejak 2014.
Sejarah Roemah Martha Tilaar
Roemah Martha Tilaar di Gombong diperkirakan dibangun pada 1920-an. Rumah milik Liem Siaw Lam ini merupakan tempat kelahiran Martha Tilaar, yang merupakan cucunya. Martha menghabiskan masa kecilnya di rumah tersebut hingga berusia 10 tahun.
Dulunya, bagian depan rumah difungsikan sebagai kandang sapi, sementara area belakangnya menjadi tempat produksi susu. Rumah ini menjadi saksi bagaimana semangat kewirausahaan juga kreativitas Martha Tilaar yang sudah dikembangkan sejak kecil.
Konsep Vintage Roemah Martha Tilaar
Di Roemah Martha Tilaar, pengunjung akan melihat penampakan pelataran yang luas, bisa menjadi tempat nongkrong di malam hari. Adapun bangunannya yang autentik dengan keramik bermotif, kaca patri (motif), serta perabotan rumah tangga zaman dahulu.
Bagian depan, pengunjung juga akan melihat tiga pintu masuk dengan konsep klasik dan simetris, juga keramik bermotif. Selain itu, ada pula koleksi barang-barang tempo dulu seperti kursi tamu, meja, lemari, dan lainnya.
Bagi pencinta barang antik, Roemah Martha Tilaar menawarkan pengalaman menarik melalui interior yang dipertahankan menyerupai kondisi aslinya. Berbagai perabot ditata rapi di setiap sudut bangunan, mulai dari halaman depan hingga bagian belakang rumah. Di kamar tidur, pengunjung dapat menemukan beragam pernak-pernik, gramophone, tempat tidur, hingga meja rias.
Sejumlah foto keluarga yang terpajang di berbagai ruangan juga memberikan gambaran mengenai silsilah keluarga Martha Tilaar. Adapun salah satu koleksi yang cukup menarik perhatian adalah kloset kayu bergaya tempo dulu, lengkap dengan botol berisi air di sampingnya yang dahulu digunakan untuk membilas.
Selain bangunan utama yang terdiri dari sejumlah kamar tidur dan ruang kerja, Roemah Martha Tilaar juga memiliki bangunan serbaguna. Area tersebut kerap dimanfaatkan sebagai ruang pameran maupun tempat lokakarya ketika berbagai kegiatan diselenggarakan di sana.
Menjadi Sarana Edukasi dan Hiburan
Roemah Martha Tilaar juga menjadi sarana edukasi dan hiburan melalui program Serambi Belajar yang menawarkan berbagai tema, seperti konservasi alam, kewirausahaan, sejarah Gombong, dan pengenalan tanaman obat keluarga. Program ini membantu anak-anak menambah pengetahuan, melatih kemandirian, serta membangun kerja sama.
Selain itu, tersedia tempat bernuansa asri untuk rapat, arisan, ulang tahun, hingga reuni. Pengunjung juga bisa bersantai di kedai kopi di sisi kanan bangunan utama untuk berfoto atau menikmati hidangan bersama.
Dapatkan informasi rekomendasi wisata, dan update fashion terbaru di DensLife&Style.