Jerome Polin Disindir Lupakan Jasa Raffi Ahmad, Ini Jejak Kariernya
Jerome Polin tengah menjadi perbincangan warganet setelah dirinya dikabarkan berhenti mengikuti akun Instagram Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. Hal ini terjadi di tengah polemik Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 yang turut menyeret nama Raffi Ahmad.
Situasi ini memunculkan beragam tanggapan dari netizen. Sebagian netizen menyebut Jerome sebagai sosok yang kacang lupa kulit karena dianggap melupakan jasa Raffi Ahmad yang pernah memberinya kesempatan untuk dikenal lebih luas melalui kolaborasi konten pada 2018.
“Jerome ini kacang lupa kulit, tdk tau bals budi sm aa rafi”, salah satu akun TikTok dengan username @mill**** yang berkomentar di video podcast lawas antara Jerome dan Raffi Ahmad.
Namun, tidak sedikit pula yang membela Jerome. Mereka berpendapat bahwa popularitas Jerome tidak semata-mata berasal dari Raffi Ahmad, melainkan dari konten edukasi yang telah dibangunnya sejak awal.
“Gw kenal Jerome karena MATEMATIKA…,” ujar akun @mey***** yang membela Jerome.
Lantas, seperti apa perjalanan karier Jerome Polin hingga dikenal sebagai salah satu kreator konten edukasi di Indonesia?
Perjalanan Karier Jerome Polin yang Cemerlang
Karir Jerome dimulai pada 2015 ketika ia bersama sang kakak, Jehian Panangian Sijabat, membangun Math Q&A. Platform berbasis LINE tersebut dibuat untuk membantu pelajar memahami matematika melalui konten pembelajaran yang menarik.
Pada Desember 2017, Jerome mulai mengembangkan kanal YouTube bernama Nihongo Mantappu. Saat itu, Jerome sedang menempuh perjalanan pendidikan di Jepang dan membagikan konten seputar pembelajaran bahasa Jepang, matematika, serta kehidupan mahasiswa.
Kontennya semakin berkembang ketika Jerome mulai membuat video bersama tiga sahabat Jepangnya yaitu Tomo, Yusuke, dan Otsuka yang dikenal sebagai Waseda Boys. Kolaborasi tersebut menghadirkan konten edukasi, hiburan, budaya, dan keseharian yang berhasil menarik perhatian lebih banyak penonton.
Konten Jerome dikenal dengan konsep edukasi yang dikemas secara kreatif dan menghibur, khususnya dalam bidang matematika. Menariknya, Jerome sering menyisipkan unsur matematika dalam momen sehari-hari, seperti membuat rangkaian rumus atau soal hitungan yang jika berhasil dipecahkan akan menghasilkan sebuah pesan khusus, salah satunya ucapan Selamat Tahun Baru. Melalui pendekatan tersebut, Jerome berhasil membuat matematika terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari sekaligus menyenangkan untuk dipelajari.
Meski begitu, perjalanan karier Jerome tidak berhenti sebagai kreator konten. Bersama Jehian, ia turut mengembangkan bisnis di bidang manajemen talenta dan industri food and beverage melalui Menantea. Bisnis minuman ini dikenal oleh tehnya yang segar dan dicampur dengan susu dan berbagai topping. Di bangun dengan cara yang unik, Jerome dan Jehian sengaja melibatkan followers-nya dalam proses lahirnya Menantea.
Sayangnya, Menantea resmi menghentikan operasional seluruh gerainya pada 25 April 2026 setelah mengalami kerugian hingga Rp 38 miliar. Kerugian tersebut diduga akibat manipulasi laporan keuangan oleh pihak internal. Jerome bahkan sempat menggelontorkan dana pribadi untuk mempertahankan bisnisnya sebelum akhirnya memutuskan untuk menutup Menantea.
Jatuh bangunnya Jerome dan Jehian membuah hasil pada tahun 2021, keduanya berhasil masuk dalam daftar Forbes 30 Under 30 Asia. Jerome juga menyelesaikan pendidikan sarjananya di Waseda University pada 2022.
Dari konten edukasi sederhana hingga merambah dunia bisnis, perjalanan Jerome Polin menunjukkan bahwa popularitasnya dibangun melalui berbagai proses dan kesempatan. Kolaborasi dengan figur publik seperti Raffi Ahmad memang menjadi salah satu bagian dari perjalanannya, tetapi bukan satu-satunya faktor yang membentuk karirnya hingga saat ini.
Ikuti kabar terbaru seputar seleb lainnya di Viral Seleb.