Fakta Jamu Tradisional, Minuman Open Table Favorit Gen Z
Jika biasanya istilah open table identik dengan layanan reservasi di bar atau klub, belakangan ini sebutan tersebut digunakan untuk tren baru minum jamu yang dikenal sebagai open table jamu. Tren ini banyak dipraktikkan oleh kalangan anak muda, terutama Gen Z. Mereka minum jamu tradisional langsung di depan penjual, disajikan dalam gelas kecil dan dituangkan secara langsung oleh sang penjual.
Jamu tradisional merupakan minuman khas Indonesia yang telah ada sejak dahulu dan dipercaya dapat membantu menjaga kesehatan tubuh. Racikannya berasal dari berbagai rempah seperti kunyit, jahe, kencur, temulawak, dan rempah obat-obatan lainnya. Berikut fakta tentang jamu yang bisa kamu ketahui!
Sejarah Jamu
Jamu memiliki sejarah panjang yang telah ada sejak masa Kerajaan Mataram. Dilansir dari laman resmi jalurrempah.kemendikbud.go.id, relief Candi Borobudur yang dibuat pada kerajaan Hindu-Budha pada tahun 772 M menggambarkan ilustrasi kebiasaan meracik dan meminum jamu untuk kesehatan. Bukti lainnya ditemukan pada prasasti Madhawapura yang menyebutkan istilah peracik jamu dengan sebutan “Acaraki”.
Selain itu, setelah mengenal tulisan, ditemukan pula Usada Lontar, naskah kuno Bali yang memuat informasi tentang bahan obat alami, nama penyakit, cara meracik, hingga metode pengobatan yang ditulis dalam bahasa Jawa Kuno.
Arti kata “jamu” sendiri merupakan gabungan dari dua kata yaitu “jawa” dan “ngramu”, yang berarti ramuan buatan orang Jawa. Sementara menurut ahli bahasa Jawa Kuno, istilah jamu berasal dari “djampi” atau “usodo” yang berarti penyembuhan menggunakan ramuan herbal, doa dan ajian. Lambat laun, penikmat jamu menyebar ke masyarakat awam melalui kehadiran penjual jamu gendong yang didominasi oleh kaum perempuan.

Jenis & Khasiat Jamu
Jamu tradisional memiliki banyak jenis yang biasanya dibedakan berdasarkan bahan utama dan manfaatnya. Beberapa jenis jamu yang paling dikenal antara lain kunyit asam, beras kencur, temulawak, dan brotowali. Setiap jenis memiliki khasiat berbeda sesuai dengan bahan alami yang digunakan dalam racikannya.
Jamu terbuat dari bahan-bahan alami yang kaya akan khasiat. Banyak yang mengandalkan jamu untuk mencegah dan mengatasi beragam penyakit, seperti masuk angin, sakit kepala, perut kembung serta menjaga daya tahan tubuh.
Seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya hidup sehat, jamu pun semakin dianggap sebagai suplemen lokal yang alami, minim efek samping, dan mudah ditemukan.
Jamu Warisan Budaya Takbenda UNESCO
Sebagai minuman herbal yang berasal dari Indonesia, jamu telah resmi diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda pada 6 Desember 2023 lalu. Sebelumnya, pemerintah pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga menetapkan Hari Jamu Nasional yang diperingati setiap tanggal 27 Mei.
Hingga kini, kemunculan tren open table jamu atau party jamu membuat banyak orang kembali minum jamu karena dapat sensasi baru, dan tentu mendapat manfaat kesehatan bagi tubuh.
Cari tahu informasi seputar makanan, resep hidangan dan info kuliner di DensFood Channel.