×

L O A D I N G

Max Alexander, Desainer Termuda yang Debut di Paris Fashion Week 2026

Max Alexander berhasil mencuri perhatian dunia mode setelah melakukan debut di Paris Fashion Week 2026-2027 sebagai desainer termuda pada usia yang baru menginjak 10 tahun. Desainer cilik ini dikenal melalui label miliknya, “Couture to the Max”, dan telah mulai membuat gaun berkonsep sustainable sejak usia 4 tahun.

Pada 3 Maret 2026, Max menampilkan koleksi Max Alexander Women’s Ready-to-Wear Fall/Winter 2026-2027 di Palais Garnier, Paris. Koleksi tersebut terdiri dari 15 desain berbeda yang terinspirasi dari motif bunga, konsep daur ulang, serta imajinasinya sendiri.

“Koleksi saya terdiri dari 15 gaun dan semuanya, yah, 90 persen dari koleksi saya dapat terurai secara alami, dapat didaur ulang, berkelanjutan, terbuat dari stok yang tidak terpakai dan surplus,” ujar Max dikutip dari Daily Times, Kamis (12/03/2026).

Beberapa busana dalam koleksi tersebut juga dibuat dari bahan yang tidak biasa dan diolah kembali menjadi desain baru. Salah satunya adalah gaun korset yang memanfaatkan bekas parasut militer Prancis sebagai material utama. Selain itu, Max juga telah mengubah sari India menjadi gaun model high-low dengan tampilan yang lebih modern.

Max juga mengungkapkan bahwa proses pembuatan koleksi ini tidak dilakukan dalam waktu singkat. Ia membutuhkan waktu sekitar enam bulan untuk menyiapkan seluruh desain sebelum akhirnya bisa ditampilkan di Paris Fashion Week.

“Seluruh koleksi ready-to-wear ini membutuhkan waktu sekitar setengah tahun untuk diselesaikan,” katanya.

Bakatnya di dunia fashion memang sudah tumbuh dan terlihat sejak lama. Pada 2023, Max bahkan berhasil memecahkan Guinness World Record sebagai desainer runway termuda. Bahkan saat itu, ia sempat bercanda kepada majalah People bahwa dirinya merasa seperti Guccio Gucci di kehidupan sebelumnya.

Setahun kemudian, tepatnya pada 2024, Max juga mendapat undangan untuk berbicara di Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dalam kesempatan tersebut, ia membahas pentingnya mengurangi pemborosan mode dan konsumsi kain berlebihan di industri fashion.

Max pun berharap karya-karyanya dapat menginspirasi banyak orang untuk lebih peduli terhadap keberlanjutan di dunia mode.

“Saya senang bisa menunjukkan desain saya kepada dunia dan mungkin mendorong orang untuk berpikir tentang penggunaan kembali dan tidak terlalu banyak membeli pakaian fast fashion,” pungkas Max.

Cari tahu informasi seputar fashion dan inspirasi seputar outfit lainnya di DensLife&Style.



Share this article

Rate this article



Rekomendasi Artikel Lainnya

Live Chat