H&M Tutup 160 Gerai di 2026, Imbas Maraknya Tren Belanja Online!
Perusahaan fashion asal Swedia, H&M, dikabarkan akan menutup sekitar 160 gerai di seluruh dunia pada 2026. Informasi ini disampaikan dalam laporan keuangan resmi perusahaan tersebut pada Kamis, 9 April 2026. Langkah ini melanjutkan kebijakan sebelumnya, dimana H&M telah menutup 163 toko di berbagai negara sebagai bagian dari penyesuaian strategi bisnis.
Penutupan gerai ini dilakukan untuk memperkuat penjualan digital sekaligus mengoptimalkan toko-toko yang dinilai paling menguntungkan. Selain itu, pengurangan toko offline juga bertujuan untuk menekan biaya operasional dan meningkatkan profit dari gerai unggulan.
Perubahan perilaku konsumen yang kini lebih banyak beralih ke belanja online juga menjadi faktor utama dibalik keputusan ini. Saat ini, penjualan online sudah menyumbang sekitar 30 persen dari total pendapatan H&M.
“Pelanggan ingin bisa berbelanja di mana saja dan kapan saja, baik di toko, website, marketplace maupun media sosial,” tulis H&M dalam pernyataan resminya.
Dilansir dari Kompas, pengamat ritel Dominick Miserandino menilai langkah ini sejalan dengan tren belanja digital yang semakin meningkat.
“Konsumen sekarang lebih memilih belanja online dan tidak terlalu setia pada toko fisik. Kondisi ini membuat banyak perusahaan ritel menghadapi tantangan,” ujarnya.
Dalam laporan yang sama, H&M juga menyebut bahwa kebijakan penutupan toko sempat berdampak pada penjualan di awal tahun karena adanya penyesuaian operasional. Meski begitu, perusahaan tetap optimis bahwa kinerja penjualan akan membaik seiring berjalannya waktu.
Cari tahu informasi seputar fashion dan inspirasi seputar outfit lainnya di DensLife&Style.