Wijaya 80 Pukau Penonton Java Jazz Festival 2026 dengan Aransemen Berbeda
Grup musik pop retro Wijaya 80 sukses memukau penonton pada hari terakhir gelaran Java Jazz Festival 2026 pada Minggu, 31 Mei 2026 di NICE PIK 2, Tangerang. Trio yang digawangi oleh Ardhito Pramono, Erikson Jayanto, dan Hezky Joe Nainggolan tampil totalitas mengenakan kostum bertema pelaut (Sailor Man) pada penampilannya kali ini.
Selain kostum, demi memberikan penampilan yang berbeda, Wijaya 80 juga merombak aransemen lagu-lagu mereka dengan menghadirkan brass section berupa instrumen saksofon, terompet dan perkusi. Sang keyboardist mereka, Erikson menjelaskan bahwa kehadiran brass section ini disiapkan khusus sebagai kejutan spesial di panggung Java Jazz tahun ini.
“Kita kolaborasi bersama James Nababan dan teman-teman. Aransemennya brass-nya dari mereka langsung, kita enggak ikut campur. Tapi sisanya ada aransemen-aransemen yang kita keluarin spesial untuk Java Jazz,” ujar Erikson.
Alasan Wijaya 80 Selalu Tampil Berbeda di Java Jazz Festival 2026

Bagi trio ini, panggung Java Jazz selalu memicu mereka untuk terus berinovasi dan tidak monoton. Ia merasa festival ini layaknya sebuah ajang kompetisi, di mana setiap tahunnya mereka selalu tertantang untuk menampilkan sesuatu yang baru, entah itu lewat perombakan aransemen atau dengan menambah pemain instrumen baru.
Motivasi untuk selalu tampil sempurna ini lahir karena Wijaya 80 sangat menaruh hormat pada penonton yang hadir. Mereka secara blak-blakan memuji kualitas para pengunjung festival tersebut.
“Kita ngerasa penonton Java Jazz itu adalah penonton yang intelek sebenarnya. Jadi kayak, wah kita dinilai dari musiknya nih, enggak enggak cuman apa lapis luarnya aja,” ujar salah satu personil mereka, Erikson.
Set List Wijaya 80 di Java Jazz Festival 2026

Wijaya 80 membuka penampilan mereka lewat lagu “Sudah Tahu” dan langsung dilanjut dengan lagu “Anak Muda”. Penampilan mereka berpadu dengan megahnya aransemen brass section yang telah disiapkan.
Suasana semakin ramai saat mereka membawakan “Pemain Lama”, di mana penonton serentak berjoget mengikuti ritme musik pop, punk, dan retro dari lagu tersebut. Kemudian dilanjut lewat lagu “Cukup Dewasa” dan “Seharusnya Aku” yang memancing penonton untuk sing along.
Sang vokalis, Ardhito Pramono kemudian memperkenalkan lagu teranyar mereka hasil kolaborasi bersama Sal Priadi bertajuk “Bulan Bintang, Garis Menyilang”. Penampilan syahdu Wijaya 80 malam itu kemudian ditutup dengan “Masih Ada Kamu” dan lagu populer andalan mereka yang berjudul “Terakhir Kali” yang juga mengajak penonton bernyanyi bersama.
Sukses dengan penampilannya tahun ini, Wijaya 80 rupanya sudah menyimpan mimpi besar untuk gelaran mendatang. Mereka berharap di next Java Jazz dapat berkolaborasi bersama musisi-musisi era 80-an seperti Chandra Darusman, Fariz RM, hingga Ogie Cherio.
Nantikan keseruan Dens TV di Java Jazz Festival 2026 lewat tayangan after movie di channel Dens ShowBiz yang tersedia di aplikasi DensGO dan Android TV.