×

L O A D I N G

Nobar Film Nobody Loves Kay, Mimpi Kairi Menjadi Pro Player

Dens TV berkesempatan nonton film “Nobody Loves Kay” bareng komunitas film, komunitas gamers, dan para fans di XXI Mall Cinere pada hari Sabtu, 6 Juni 2026. Film “Nobody Loves Kay” ini terinspirasi dari kisah nyata Kairi, seorang pro player Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) dari tim ONIC.

Disutradarai Bernardus Raka bersama Johanna Wattimena membawa kisah Kairi asal Filipina ini ke cerita berlatar belakang Indonesia. Film ini dibintangi oleh Bima Azriel sebagai Kay, Rey Bong sebagai Ido, Aurora Ribero sebagai Amanda, Joshua Frederico sebagai Aurelio, Ayu Inten sebagai Bu Asri, Ariyo Wahab sebagai Ignas - Ayah Kay, dan Elly D. Luthan sebagai Eyang.

Sinopsis Nobody Loves Kay

Film “Nobody Loves Kay” seorang pelajar SMA yang memiliki mimpi menjadi pro player esport. Kisah perjuangan Kay antara sekolah, keluarga, hingga konflik pertemanan yang penuh emosional. Sebab tidak ada yang mendukungnya untuk mengajar impiannya tersebut. 

Konfliknya muncul ketika Kay berusaha keras mengikuti tournamen esport MLBB, namun dilain pihak ia mendapat tekanan dari orang tuanya agar mendapatkan nilai bagus sampai lulus SMA. Ditambah lagi konflik dalam timnya sendiri menghadapi tekanan kompetisi serta ambisi membuat persahabatan antara Kay dengan Ido dan Aurelio memicu perpecahan.

Film Nobody Loves Kay Tidak Hanya Tentang Pro Player MLBB

Beberapa momen penonton sedih yang sempat diabadikan di TikTok Onic Esports, bahwa banyak penonton yang merasakan emosional yang sama.  

"Tapi gw suka banget dan dan punya kesan emosional sama cerita filmnya. Selain karena gue suka film drama keluarga dan cerita film zero to hero, ceritanya relate dengan gue. Gue bisa merasakan posisi Kay sebagai anak, yang keras kepala berjuang menggapai mimpinya dari sesuatu yang ia cintai. Dan gue juga bisa merasakan posisi orang tua Kay yang juga berjuang membesarkan anak dan set ekspektasi masa depan untuknya," kata Yorint salah satu penonton dari komunitas film, Gonz Film, yang mengaku bukan pemain MLBB dan tidak mengikuti sosok Kay pro player di kehidupan nyata.

Film “Nobody Loves Kay” tidak hanya tentang pro player MLBB, tetapi juga dari sisi keluarga ketika orang tua memahami anak.

Menurut Nick Musa sebagai produser film “Nobody Loves Kay” yang hadir di nobar XXI Cinema Mall Cinere tersebut, menyatakan bahwa pentingnya komunikasi antara orang tua dengan anak, agar saling memahami satu sama yang lain.

“Cara kita berkomunikasi, mengikuti jaman, mengikuti perkembangan teknologi itu penting sekali, sekarang sudah ada AI. Kalau kita gak ikutin, minimal kita taulah apa itu. Terus, supaya kita bisa berkomunikasi nyambung sama anak kita,” ujar Nick.

Film “Nobody Loves Kay” dapat ditonton untuk semua umur, dibenarkan Nick saat melihat para penonton di Botani Square penontonnya mayoritas orang tua. Nobar di Botani Square juga diadakan pada hari yang sama sebelum pemutaran nobar di Mall Cinere. 

Nick menyatakan, “Banyak orang tua nonton (film Nobody Loves Kay) di Botani Square, itu karena dia mengingatkan dirinya di saat dia muda bersama orang tuanya. Jadi ke relate, hanya bedanya cara komunikasi dan beda perkembangan teknologinya.”

Nobar “Nobody Loves Kay” di XXI Cinema Mall Cinere juga dihadiri oleh aktris Ayu Inten dan Aurora Ribero. Di dalam Studio 2, Ayu Inten pun menyambut langsung para penonton, dan memberikan door prize bagi para penonton yang dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar film “Nobody Loves Kay”.

Ayu Inten yang mempunyai dua anak laki-laki dan duduk di sekolah SMA, diumur yang sama persis dengan Kay. Ayu Inten sebagai orang tua pun merasa perlu pendekatan berbeda agar tidak ketinggalan.

“Jadi sangat berat di usia-usia itu karena memang pendekatannya berbeda. Kita harus ngomong bahasa remaja, kalau gak kita ketinggalan,” penjelasan Ayu Inten. 

Ia menambahkan “Semua mulai dari komunikasi. Di film ini terlihat komunikasi Kay dengan orang taunya gapnya jauh. Dia justru dekat dengan neneknya yang usianya semakin jauh dengan Kay. Mereka tidak mengerti dengan apa yang terjadi, gak keep up the technology, gak keep up the vibe, tidak tahu apa yang terjadi. Itulah peran orang tua harus tahu apa yang terjadi.”

Tantangan Aurora Ribero sebagai Amanda 

Aktris Aurora Ribero yang membantu Kay menyeimbangi akademik di mata pelajaran Fisika dengan ambisi Kay yang dikenal selalu main game di kelas.

Aurora membagi pergumulannya saat memerankan karakter Amanda yang menggambarkan seorang siswi pintar di kelas Kay, namun keadaan keluarga Amanda tidak diperlihatkan secara visual melainkan melalui kata-kata.

“Tantangannya sebenarnya di aku sangat perlu mengerti karakter amanda, internal struggle-nya apa, karena sebenarnya di sini Amanda scene-nya cuma di luar rumah, dia gak di show bagaimana dia ada di dalam rumah kayak Kay, jadi karena scene-nya cuma di luar rumah pastinya orang di luar rumah kan pakai dinding ya. Gimana caranya dari scene yang dikit ini, aku bisa kasih sedikit layer-layer tentang internal struggle amanda sendiri yang dia lagi experience di dalam rumah yang tidak dilihat penonton,” penjelasan aktris blasteran Indonesia-Italia itu.


Gen Z Mengejar Mimpi Di Film Nobody Loves Kay

Film “Nobody Loves Kay” sudah tayang di bioskop mulai Kamis, 4 Juni 2026, melalui kisah Kay yang terinspirasi dari perjalanan ONIC Kairi, film ini menunjukkan perjuangan Gen Z bahwa kerja keras dan ketekunan dalam mewujudkan mimpi sebagai pro player meski kerap diremehkan keluarga sendiri dan sahabatnya.

Ikuti informasi seputar hiburan, seperti musik, film, selebriti dan lainnya di Instagram @dens_showbiz , Facebook @DensShowBiz dan TikTok @dens.showbiz.



Share this article

Rate this article



Rekomendasi Artikel Lainnya

Live Chat