×

L O A D I N G

Mengenal 5 Ragam Suku di Bali dan Keberagaman Masyarakatnya

Bali tak hanya identik dengan keindahan alam dan budayanya yang mendunia, tapi juga memiliki keberagaman suku yang menarik untuk dipelajari. Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Provinsi Bali yang diperingati setiap 14 Agustus, momen ini bisa menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat berbagai suku yang mendiami Pulau Dewata. 

Selain Suku Bali sebagai kelompok mayoritas, terdapat beberapa suku lainnya yang turut menjadi bagian dari keberagaman masyarakat Bali. Yuk, kenali ragam suku di Bali berikut ini.

1. Suku Bali

Suku Bali merupakan kelompok etnis mayoritas yang mendiami Pulau Bali. Masyarakatnya dikenal memiliki beragam kebudayaan, mulai dari seni tari, pertunjukan tradisional, hingga seni ukir. Suku Bali juga terbagi menjadi beberapa sub-suku, di antaranya Bali Aga dan Bali Majapahit, yang dikenal sebagai kelompok masyarakat asli Pulau Bali.

Mayoritas masyarakat Suku Bali memeluk agama Hindu, dengan sebagian besar menganut aliran Siwa-Buddha yang memiliki karakteristik berbeda dari ajaran Hindu di India. Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Bali menggunakan Bahasa Bali sebagai komunikasi.

2. Suku Bali Aga

Suku Bali Aga atau dikenal dengan “Bali Pegunungan”, adalah masyarakat yang menganggap diri mereka sebagai penduduk asli Bali yang masih mempertahankan kehidupan tradisional dan minim pengaruh dari luar maupun teknologi modern.

Suku ini umumnya tinggal di daerah pedalaman, salah satunya Desa Trunyan yang dikenal sebagai salah satu wilayah tempat masyarakat Bali Aga bermukim.

Kehidupan masyarakat Bali Aga masih lekat dengan adat istiadat warisan leluhur serta berbagai ritual tradisional yang khas. Sebagai salah satu sub-suku Bali, Bali Aga menjadi gambaran mengenai kehidupan masyarakat Bali pada masa awal, sebelum mendapat pengaruh dari Kerajaan Majapahit.

3. Suku Bali Majapahit

Suku Bali Majapahit merupakan salah satu kelompok masyarakat yang mendiami Pulau Bali dan memiliki asal-usul dari pendatang Jawa. Kedatangan mereka berkaitan dengan pengaruh budaya Majapahit yang turut membentuk kehidupan masyarakat di Bali.

Mayoritas masyarakat Bali Majapahit memeluk agama Hindu dan tinggal di wilayah dataran rendah. Dalam kehidupan sehari-hari, mereka umumnya bekerja sebagai petani atau bercocok tanam.

4. Suku Nyama Selam

Suku di Bali berikutnya adalah suku Nyama Selam, yang juga mendiami pulau Bali. Nama suku ini berasal dari istilah “Nnyama” yang berarti ‘saudara’, dan “Selam” artinya ‘islam.

Meski suku Nyama Selam beragama Islam, namun mereka tetap menjalani tradisi kebudayaan Bali di kehidupan sehari-hari. Salah satu keunikannya adalah tradisi Ngejot, yaitu tradisi saling membantu dan berbagai makanan saat Hari Raya.

Mengutip dari buku berjudul “Suku-suku di Bali dan Tenggara”, Suku Nyama Selam berada di wilayah Pagayaman, Kecamatan Sukssada, Kabupaten Buleleng, Bali. Desa ini masih termasuk daerah terpencil.

5. Suku Sasak

Suku Sasak merupakan suku asli yang mayoritas mendiami Pulau Lombok, tapi sebagian kelompoknya juga tinggal di Pulau Bali. Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Sasak menggunakan bahasa Sasak untuk berkomunikasi. 

Sebagian besar menganut agama Islam, sementara sebagian kecil masih mempertahankan kepercayaan pra-Islam yang dikenal sebagai “Sasak Boda”.

Bali memiliki masyarakat yang beragam dengan berbagai suku yang hidup berdampingan di Pulau Dewata. Keberagaman ini menjadi salah satu bagian dari kekayaan Indonesia yang patut dilestarikan. Semoga bisa menambah wawasan!

Dapatkan informasi seputar konten sejarah, budaya dan pengetahuan umum lainnya untuk memperluas wawasan di DensKnowledge.



Share this article

Rate this article



Rekomendasi Artikel Lainnya

Live Chat