×

L O A D I N G

Bahaya Abu Vulkanik Jika Menempel ke Makanan, Ini Langkah Tepat Pencegahannya!

Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada Jumat, 4 September 2026 kini mulai dirasakan dampaknya oleh warga hingga luar kawasan Selat Sunda. BMKG melaporkan bahwa sebaran abu vulkanik telah mencapai sebagian wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat sejak Minggu, 6 September 2026 pagi. 

Dampak fenomena ini tidak hanya mengintai aktivitas di luar ruangan, tetapi juga mengancam area dalam rumah karena partikel debunya rawan menempel pada makanan, peralatan dapur, meja makan, hingga alat makan sehari-hari.

Kondisi ini menuntut perhatian ekstra terhadap kebersihan hunian dan keamanan asupan pangan. Pasalnya, abu vulkanik tidak hanya berpotensi terhirup ke paru-paru, tetapi juga rawan masuk ke dalam tubuh secara tidak sengaja melalui tangan yang terpapar atau makanan yang tersaji terbuka. Jika masuk ke makanan dan tertelan, partikel tajamnya berpotensi memicu gangguan pencernaan, radang lambung, hingga iritasi berat pada dinding usus. Oleh karena itu, berikut adalah 4 langkah penting yang wajib diterapkan untuk melindungi makanan dan keluarga dari paparan abu vulkanik.

1. Simpan Makanan dan Air dalam Wadah Tertutup Rapat

Selalu pastikan bahan makanan matang, bahan mentah, hingga air minum tersimpan aman di dalam wadah kedap udara. Jangan biarkan makanan terbuka sedikit pun di area meja dapur selama erupsi dan sebaran abu masih berlangsung.

Langkah ini menjadi sangat penting untuk mencegah paparan partikel mikroskopis. World Health Organization (WHO) secara tegas mengingatkan bahwa erupsi gunung api meningkatkan risiko kontaminasi makanan dan air minum, sehingga perlindungan awal menjadi cara paling efektif menjaga keamanan pangan keluarga.

2. Cuci Bersih Peralatan Makan dan Bahan Pangan Segar

Sebelum digunakan untuk memasak atau makan, pastikan piring, gelas, sendok, dan talenan dicuci menggunakan air bersih mengalir dan sabun. Bilas sampai tidak ada lagi sensasi kesat atau pasir abu yang tersisa di permukaan alat makan.

Hal yang sama berlaku untuk buah dan sayuran segar yang baru dibeli atau dipetik. Badan Survei Geologi Amerika Serikat, United States Geological Survey (USGS) menyebutkan bahwa hasil kebun atau bahan pangan segar yang terpapar abu sebenarnya masih aman untuk dikonsumsi, asalkan dicuci hingga benar-benar bersih di bawah air mengalir sebelum diolah.

3. Bersihkan Area Dapur Menggunakan Metode Basah


Ketika membersihkan meja makan, rak, atau permukaan dapur, hindari menggunakan kemoceng atau membersihkan dalam kondisi kering. Metode kering justru akan membuat partikel abu ini kembali berterbangan dan menyebar ke peralatan makan lainnya.

Gunakan kain lap lembab untuk mengangkat sisa-sisa abu secara perlahan. Sesuai dengan panduan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), permukaan yang terpapar abu sebaiknya dibasahi terlebih dahulu sebelum dibersihkan guna menekan sebaran debu di udara dan meminimalkan risiko terhirup atau masuk ke makanan.

4. Lakukan Penanganan Tepat Jika Abu Terlanjur Tertelan

Apabila tak sengaja menelan sedikit abu vulkanik bersama makanan, usahakan untuk tidak panik dan hindari memicu muntah secara sengaja. Segera bilas mulut dengan air bersih dan perbanyak konsumsi air putih untuk membantu membersihkan tenggorokan.

Menurut USGS, paparan abu vulkanik yang masuk ke saluran pencernaan dalam jumlah besar berpotensi memicu gangguan pencernaan hingga penyumbatan usus pada kasus yang sangat berat. Jika muncul gejala seperti nyeri perut hebat, muntah berulang, atau sesak napas, segera cari bantuan medis terdekat.

Itulah beberapa langkah yang perlu diterapkan untuk menjaga kebersihan serta keamanan makanan di rumah saat terjadi paparan abu vulkanik. Tetap waspada, jaga makanan dan kesehatan keluargamu!

Cari tahu informasi seputar makanan, resep hidangan dan info kuliner di DensFood Channel.




Share this article

Rate this article



Rekomendasi Artikel Lainnya

Live Chat