Micin vs Garam Dapur: Mana yang Ternyata Lebih Bahaya Buat Tubuh?
Selama bertahun-tahun, micin atau MSG sering dicap sebagai bahan masakan yang menakutkan dan merusak kesehatan. Bahkan muncul istilah “kebanyakan micin” bisa membuat seseorang bodoh. Banyak orang sengaja menghindari micin dan menggantinya dengan menambahkan lebih banyak garam dapur agar masakan tetap terasa gurih. Namun, jika dilihat dari kacamata medis dan kandungan gizinya, benarkah garam dapur jauh lebih aman daripada micin? simak penjelasan selengkapnya.
1. Bedanya Kandungan Natrium pada Garam Dapur vs Micin
Bahaya utama dari konsumsi bumbu dapur yang berlebihan sebenarnya terletak pada kandungan natrium (sodium). Natrium yang terlalu tinggi dalam tubuh merupakan pemicu utama tekanan darah tinggi (hipertensi) dan penyakit jantung. Dilansir dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS, U.S. Food and Drug Administration (FDA) berikut adalah perbedaan kandungan natrium pada garam dapur dan micin:
- Garam Dapur (NaCl): Mengandung sekitar 39% natrium (per 1 sdt ±6gr : 720 mg natrium)
- Micin / MSG: Hanya mengandung sekitar 12% natrium. (per 1 sdt ±6gr : 2.340 mg natrium)
Artinya, kandungan natrium pada garam dapur hampir tiga kali lipat lebih tinggi dibandingkan micin. Dari angka ini saja, menambahkan micin dalam porsi wajar justru memberikan asupan natrium yang jauh lebih sedikit dibandingkan menambah garam dalam jumlah banyak.
2. Trik Mengurangi Natrium pada Makanan
Beberapa ahli gizi bahkan menyarankan kombinasi garam dan sedikit MSG untuk orang yang sedang membatasi asupan natrium. Studi menunjukkan bahwa mengganti sebagian garam dapur dengan sedikit micin ke dalam masakan, bisa mengurangi total konsumsi natrium hingga 30-40% tanpa membuat masakan terasa hambar.
Sensasi gurih yang dihasilkan micin berasal dari rasa umami (asam glutamat). Rasa umami ini bisa menipu lidah sehingga makanan tetap terasa lezat meskipun penggunaan garam dapur dikurangi.
3. Jadi, Mana yang Harus Lebih Diwaspadai?
Sebagian besar masyarakat Indonesia tanpa sadar mengonsumsi garam jauh melebihi batas harian. Padahal, sesuai dengan Peraturan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) No. 30 Tahun 2013 tentang Pencantuman Informasi Kandungan Gula, Garam, dan Lemak Serta Pesan Kesehatan untuk Pangan Olahan dan Pangan Siap Saji, menganjurkan batas maksimal konsumsi natrium harian sebesar 2.000 mg (setara 1 sendok teh garam per orang per hari) untuk mencegah hipertensi, stroke, dan penyakit jantung.
Sementara itu, micin yang dikonsumsi dalam batas wajar akan dicerna oleh tubuh secara normal, sama seperti saat kamu memakan asam glutamat alami yang ada pada tomat, keju, atau jamur.
Mengurangi micin tetapi menggantinya dengan garam dapur secara berlebihan justru lebih berisiko bagi kesehatan pembuluh darah dan jantung. Kunci utamanya adalah keseimbangan: gunakan garam dan micin secukupnya agar masakan tetap lezat tanpa mengorbankan kesehatan.
Dapatkan informasi seputar makanan dan resep hidangan lainnya di DensFood Channel.