×

L O A D I N G

Studi Ungkap Keripik Kentang Bisa Ganggu Fokus & Picu Risiko Demensia

Kebiasaan mengkonsumsi camilan ringan seperti keripik kentang ternyata bisa berdampak buruk pada kemampuan fokus, bahkan meningkatkan risiko demensia. Makanan ultra-proses tersebut, dinilai dapat memberikan efek langsung pada otak, meskipun seseorang sudah menjalani pola makan yang tergolong sehat.

Mengutip laporan dari The Independent, ada sebuah studi terbaru dari peneliti di Australia dan Brasil yang menemukan bahwa konsumsi satu bungkus keripik kentang per hari saja sudah cukup untuk menurunkan rentang perhatian. Efek ini bahkan bisa dirasakan dalam waktu singkat setelah makanan dikonsumsi.

Peneliti utama dari Monash University, Barbara Cardoso, menjelaskan bahwa penurunan fokus tersebut dapat diukur secara jelas. Ia menyebutkan bahwa dampaknya bisa muncul hanya dalam hitungan menit setelah mengonsumsi makanan ultra-proses.

“Kami melihat penurunan yang jelas dan terukur dalam kemampuan seseorang untuk fokus,” kata peneliti utama Dr. Barbara Cardoso, seorang ahli biokimia di Universitas Monash, Australia, dalam siaran pers dikutip dari The Independent (28/04/2026).

Penelitian lain dari Ohio State University menunjukkan bahwa rata-rata rentang perhatian orang dewasa di Amerika Serikat kini hanya sekitar delapan detik. Menurut psikiater Evita Singh, banyak faktor yang bisa memengaruhi kemampuan seseorang untuk tetap fokus.

Sementara, efek negatif dari makanan ultra-proses tetap terjadi terlepas dari pola makan secara keseluruhan. Bahkan, orang yang menjalani diet Mediterania, diet yang dianggap sebagai salah satu yang terbaik, juga tidak sepenuhnya bisa terhindar dari dampak dari makanan ultra-proses tersebut.

Para peneliti lain juga menemukan bahwa konsumsi makanan jenis ini berkaitan dengan meningkatnya risiko demensia. Temuan ini sejalan dengan studi dari Harvard Medical School pada tahun 2022 yang menunjukkan bahwa konsumsi tinggi makanan ultra-proses dapat meningkatkan risiko demensia hingga 25 persen.

Penelitian lain juga menemukan kaitan antara makanan seperti daging olahan dan minuman manis dengan penurunan daya ingat serta fungsi kognitif.

Baca juga : Minuman Manis Kini Berlabel, Cek Level Gulamu Sebelum Minum!

Namun, penting untuk diingat bahwa makanan ultra-proses tidak selalu terlihat “tidak sehat”. Beberapa produk seperti granola bar atau daging nabati sering dianggap sebagai pilihan sehat, padahal tetap termasuk dalam kategori ini.

Karena itu, sebaiknya batasi konsumsi makanan ultra-proses dan mulai lebih cermat dalam memilih asupan harian. Periksa label nutrisi sebelum membeli, hindari produk dengan banyak zat tambahan atau bahan kimia buatan, serta prioritaskan makanan segar dan alami demi menjaga kesehatan otak dalam jangka panjang.

Cari tahu informasi seputar makanan dan resep hidangan lainnya di DensFood Channel.




Share this article

Rate this article



Rekomendasi Artikel Lainnya

Live Chat