4 Kuliner Legendaris di Surabaya yang Nggak Pernah Gagal Bikin Ngiler
Memperingati Hari Jadi Kota Surabaya yang jatuh setiap tanggal 31 Mei, rasanya kurang lengkap kalau tak membahas kekayaan kulinernya. Kota yang dijuluki sebagai kota Pahlawan ini sudah terkenal sebagai surga para pecinta kuliner, terlebih karena banyak tempat makan legendaris yang sudah eksis selama puluhan tahun.
Surabaya memiliki segudang makanan khas yang siap menggoyang lidah. Mulai dari hidangan berkuah, olahan dengan bumbu petis hingga sate yang beda dari biasanya. Kalau kamu berkunjung ke Surabaya, pastikan untuk tidak melewatkan deretan kuliner legendaris berikut ini yang gak pernah gagal bikin ngiler!
1. Rawon Setan Embong Malang

Siapa yang tidak kenal dengan rawon? Kuliner berkuah hitam khas Jawa Timur ini memang mudah ditemukan di mana saja. Namun, kalau kamu sedang berada di Surabaya, kamu wajib banget mampir ke Jalan Embong Malang. Di sana ada Rawon Setan Embong Malang yang merupakan depot rawon setan asli dan pertama di Indonesia.
Sudah meracik resep otentiknya sejak tahun 1952, Rawon Setan Embong Malang terkenal dengan potongan daging sapinya yang besar tapi punya tekstur super empuk. Kuah hitam pekat dari kluwek berpadu dengan rasa kepedasan yang nendang.
Embel-embel kata “setan” di warung ini bukan karena kepedasannya, melainkan karena dulunya warung ini hanya buka pada malam hari mulai pukul 22.00 WIB hingga dini hari, yakni waktu yang identik dengan munculnya setan. Tapi sekarang, mereka sudah buka sejak pagi hari. Selain nasi rawon, kamu juga bisa mencicipi Nasi Osek, Nasi Campur, Nasi Pecel, dan Nasi Bali Daging. Rawon Setan Embong Malang berlokasi di Jl. Embong Malang No.78, Genteng, Surabaya (Tepat di seberang Hotel JW Marriott Surabaya). Buka setiap Minggu - Selasa pukul 08.00 - 23.00 WIB dan Rabu - Sabtu pukul 08.00 - 03.00 WIB.
2. Rujak Cingur Durasim

Kalau biasanya rujak identik dengan potongan buah-buahan segar, lain halnya dengan rujak khas Surabaya yang satu ini. Rujak cingur menyajikan perpaduan antara sayur dan buah berupa kacang panjang, lontong, tahu, tempe, kangkung, tauge, mangga muda, nanas, kedondong, dan tentu saja cingur (mulut sapi) yang kenyal.
Semua bahan tersebut kemudian disiram dengan bumbu petis udang yang kental dan pekat. Saking ikoniknya, rujak cingur telah resmi diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia sejak tahun 2021.
Salah satu tempat yang wajib dikunjungi di Surabaya untuk mencicipinya, yakni Rujak Cingur dan Sop Buntut Genteng Durasim. Berdiri sejak tahun 1938, warung ini sudah menjadi pilihan utama selama hampir satu abad. Hingga kini mereka masih meracik bumbu di atas cobek yang digunakan turun-temurun sejak awal berdiri. Lokasinya di Jl. Genteng Durasim No. 29, Kecamatan Genteng, Surabaya, buka pukul 11.00 - 17.00 WIB.
3. Lontong Balap Asli Pak Gendut

Tak ketinggalan, ada lontong balap! Satu porsi makanan tradisional ini berisi irisan lontong, tahu goreng, tauge, dan lentho (gorengan dari campuran singkong & kacang tolo). Semua itu kemudian disiram kuah kaldu segar berpadu sambal petis udang. Sebagai pelengkap wajib, lontong balap selalu ditemani oleh sate kerang dara rebus yang dibumbui manis-gurih.
Nama “balap” berawal dari kebiasaan para penjual zaman dulu (sekitar tahun 1913-1920an). Agar tidak kehabisan pembeli di pusat kota, para pedagang ini terpaksa berjalan setengah berlari atau mengayuh sepeda dengan cepat. Kejar-kejaran yang terlihat seperti sedang balapan inilah yang membuat warga menyebutnya lontong balap.
Pas berkunjung ke Surabaya wajib mampir ke Lontong Balap Pak Gendut. Warung ini sudah berdiri sejak 1958 di trotoar Jalan Kranggan sebelum diwariskan ke generasi kedua pada 1987. Setelah beberapa kali pindah, kini mereka menetap di Jalan Embong Malang dan berkomitmen tidak membuka cabang lain demi menjaga cita rasa nya yang khas. Lontong Balap Asli Pak Gendut beralamat di Jl. Embong Malang, No.38, Genteng, Surabaya buka setiap hari pukul 07.00-23.00 WIB.
4. Sate Klopo Ondomohen Bu Asih

Sate daging sapi atau ayam yang dilumuri parutan kelapa (klopo) berbumbu gurih sebelum dibakar di atas arang juga menjadi salah satu kuliner khas Surabaya. Hasil pembakarannya menghasilkan aroma harum. Sate ini disajikan bersama bumbu kacang, kecap, irisan bawang merah, serta taburan serundeng.
Sate Klopo Ondomohen menjadi salah satu destinasi kuliner sate klopo yang melegenda di Surabaya karena sudah memanjakan lidah pelanggan sejak sehari setelah kemerdekaan pada 18 Agustus tahun 1945. Mulai dari pelancong, influencer, food blogger, hingga pejabat publik seperti Megawati Soekarnoputri, dan Alm. Gus Dur. Resep rahasia dari pendirinya, Hj. Jaenab, kemudian diteruskan kepada menantunya, Asih, sejak tahun 1970-an karena kinerjanya yang dinilai sangat baik.
Kini, warungnya juga menyediakan pilihan sate lemak, usus, sumsum, udang, hingga sate campur. Berhubung sudah buka sejak pagi hari, sate klopo ini jadi opsi buat menu sarapan kamu lho! Sate Klopo Ondomohen Bu Asih terletak di Jl. Walikota Mustajab No.36, Kec. Genteng, Surabaya (Dekat dengan Balai Kota Surabaya) buka setiap hari pukul 08.00-22.00 WIB.
Itulah deretan kuliner legendaris yang gak pernah gagal bikin ngiler, dan wajib kamu coba waktu ke surabaya! Dapatkan informasi seputar makanan dan resep hidangan lainnya di DensFood Channel.