Menelusuri Asal-Usul Pecel Madiun, Kuliner Legendaris dari Zaman Kerajaan
Setiap tanggal 20 Juni diperingati sebagai Hari Jadi Kota Madiun. Momen ini pas untuk mencoba kuliner khasnya, yaitu Pecel Madiun, siapa tahu kamu ada rencana mengunjungi kota di Jawa Timur ini dalam waktu dekat. Hidangan ini berisi nasi atau lontong dengan sayuran rebus seperti kacang panjang, kecambah, kenikir, bayam, dan daun singkong, lalu disiram bumbu kacang yang gurih.
Ciri khas pecel madiun ada pada penyajiannya yang menggunakan pincuk daun pisang, sehingga sensasi menyantapnya berbeda. Biasanya, pecel ini dinikmati bersama rempeyek dan berbagai lauk pendamping, mulai dari tempe, tahu, empal, hingga telur. Jadi, kalau sedang berkunjung ke Madiun, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi kuliner legendaris yang satu ini. Dibalik kenikmatannya, pecel madiun menyimpan rekam jejak sejarah yang sudah ada sejak zaman kerajaan, penasaran seperti apa? Simak asal usulnya.
Asal Usul Pecel Madiun

Pecel merupakan salah satu kuliner tradisional yang telah ada sejak masa kerajaan dan memiliki sejarah panjang di tanah Jawa. Dilansir dari detik.com, praktisi kuliner Wira Hardiyansyah menyebutkan bahwa berdasarkan berbagai literatur, pecel madiun diduga berasal dari wilayah Kerajaan Mataram Kuno di sekitar Yogyakarta sebelum menyebar ke berbagai daerah di Jawa, termasuk Madiun.
Pecel madiun mulai populer pada awal abad ke-20 di Madiun ketika kota tersebut berkembang menjadi salah satu pusat perdagangan dan transportasi penting di Jawa Timur. Sejak saat itu, Pecel Madiun semakin dikenal luas dan menjadi salah satu ikon kuliner yang melekat dengan kota tersebut.
Jejak tertulis mengenai hidangan ini juga ditemukan dalam Kakawin Ramayana pada abad ke-9 dan diperkuat oleh Prasasti Siman dari Kediri pada tahun 943 M yang mencatat adanya sajian sayuran rebus dengan bumbu.
Keberadaan pecel madiun juga tercatat dalam naskah Babad Tanah Jawi dan Serat Centhini. Dalam Babad Tanah Jawi, diceritakan Ki Ageng Karanglo menjamu Ki Ageng Pamanahan dengan nasi pecel dan berbagai lauk saat membuka wilayah baru di Mataram.
Sementara itu, Serat Centhini menggambarkan pecel madiun sebagai hidangan lengkap yang disantap bersama nasi hangat, daging, dan aneka lalapan.
Hingga kini, cita rasa otentik Pecel Madiun sudah bisa dinikmati di berbagai tempat, salah satunya Depot Pecel Yu Gembrot yang telah berdiri sejak 1942 dan menjadi salah satu kuliner legendaris di Kota Madiun. Kalau berkunjung jangan lupa mampir ya!
Dapatkan informasi seputar makanan dan resep hidangan lainnya di DensFood Channel.