Pesona Gaun Karya Didiet Maulana di Royal Wedding Tunku Aishah Johara
Didiet Maulana, desainer ternama asal Indonesia dipercaya untuk merancang busana akad untuk Yang Mulia (YM) Tunku Aishah Johara dalam rangkaian royal wedding di Istana Johor, Malaysia. YM Tunku Aishah merupakan putri dari YBM Tunku Abu Bakar ibni Tunku Abdul Rahman, anggota diraja Kesultanan Johor, Malaysia.
Tunku Aishah memercayakan busana hari bahagianya bersama sang suami, Muhammad Idris Ismail Yahya kepada rancangan Didiet Maulana. Ia menyiapkan busana untuk prosesi akad sang putri.
“Request-nya, busana yang elegan tapi tetap chic,” ungkap Didiet dilansir dari detik soal busana pesanan yang dibuat di label premiumnya, Svarna by IKAT Indonesia.
Permintaan tersebut langsung diterjemahkan Didiet ke dalam sebuah baju kurung Johor yang dikenal modest (sopan). Hasilnya, lahirlah sebuah two-piece dress lengan panjang dengan aksen brokat indah yang menghiasi area bahu.
Sentuhan Gaya 1950-an untuk Sang Putri

Didiet membocorkan bahwa inspirasi utama dari busana akad nikah ini datang langsung dari kepribadian Tunku Aishah Johara sendiri. Keinginan tersebut terwujud dalam gaun pengantin bersiluet yang terinspirasi dari gaya New Look era 1950-an. Desain ini menonjolkan bagian pinggang yang ramping dengan konstruksi yang membentuk tubuh secara elegan. Hal ini telah diungkap Didiet melalui unggahan Instagramnya.
Baca juga : Designer-designer Indonesia dengan karya Etniknya
Pada bagian leher dan lengan, garis rancangannya dibuat anggun dan tertutup demi mempertahankan kesan sopan khas busana akad kerajaan. Busana dihiasi lace dari Prancis dipadu dengan bordiran buatan tangan dipenuhi payet kristal dengan bawahan panjang detail bordir.
Salah satu elemen yang paling mencuri perhatian adalah veil panjang yang menjuntai anggun di belakang Didiet mengungkapkan bahwa detail kristal pada veil tersebut dirancang khusus agar senada dengan aksesori wajib untuk sang pengantin kerajaan, yaitu Diamond Fringe Tiara. Mahkota berdesain art deco warisan turun-temurun ini memiliki bentuk batang vertikal ramping menyerupai jarum sinar cahaya yang bertabur berlian berkilau.
Hebatnya, proses pengerjaan busana rancangan Didiet ini dilakukan tanpa melalui proses fitting sama sekali karena padatnya kesibukan sang putri.
“Pembuatan dua busana tersebut memakan waktu tiga bulan,” kata Didiet.
Beruntung, berkat keahlian Didiet, busana tersebut langsung pas di badan dan tampil sesuai harapan saat pertama kali dicoba oleh Tunku Aishah sehari menjelang akad nikah.
Hubungan Didiet dengan Ibu Tunku Aishah Sebagai Putri Keraton Mangkunegaran
Kepercayaan yang diberikan keluarga kerajaan Johor kepada Didiet menjadi bukti karya desainer Indonesia mampu memenuhi standar tinggi sebuah royal wedding di luar negerinya sendiri. Memilih karya desainer Indonesia bagi keluarga ini bukan soal selera saja, tapi seperti sebuah bentuk penghormatan bagi asal muasal sang ibu.
Ibunda Tunku Aishah Johara, G.R Ayu Retno Puteri Astrini merupakan putri dari Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo K.G.P.A.A Mangkunegara VIII. Dengan garis keturunan tersebut, Aishah Johara memiliki darah bangsawan Mangkunegaran Solo, Indonesia.
Dapatkan informasi seputar fashion dan inspirasi seputar outfit lainnya di DensLife&Style.