×

L O A D I N G

4 Fakta Gunung Kawi, Destinasi Wisata yang Dikaitkan dengan Pesugihan

Belakangan ini, Gunung Kawi ramai jadi perbincangan usai disebut sebagai tempat pesugihan para selebriti hingga pejabat. Hal ini juga terungkap melalui viralnya potongan podcast YouTube Jejak Backpacker. 

Dalam podcast tersebut, seorang perempuan bernama Fitri (nama samaran), pernah bekerja menjadi asisten artis. Kala itu, dia mengaku pernah melihat bosnya melakukan pesugihan, bahkan dia juga menyebut pejabat juga banyak datang ke tempat tersebut. 

Gunung Kawi sendiri adalah gunung yang berada di wilayah Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, tepatnya di Kecamatan Wonosari yang berbatasan dengan Kabupaten Blitar. Di balik banyaknya isu pesugihan, kawasan ini rupanya salah satu destinasi wisata religi dan budaya. Lantas, seperti apa fakta Gunung Kawi? Yuk, simak!

1. Ada Makam Tokoh Bangsawan yang Dihormati

Gunung Kawi dikenal sebagai tempat makam yang dikeramatkan atau pesarean. Gunung ini terdapat makam dari Kanjeng Kyai Zakaria II (wafat 22 Januari 1871), dan Raden Mas Imam Soedjono (wafat 8 Februari 1876).

Mereka adalah tokoh bangsawan yang ikut berjuang melawan penjajah saat masa kepemimpinan Pangeran Diponegoro. Usai kalah dalam perang Jawa, mereka dikabarkan lari ke daerah Jawa Timur. Selain itu, kedua tokoh ini juga berperan dalam menyebarkan ajaran Islam. Hal tersebut membuat banyak orang berziarah ke pesarean, terutama pada 1 Muharam atau 1 Suro.

Kyai Zakaria juga dikenal sebagai Eyang Jugo, yakni kerabat dari Keraton Kertosuro, pengawal Pangeran Diponegoro pada tahun 1825-2830. Sementara Raden Mas Imam Soedjono adalah buyut Sultan Hamengku Buwono I, yang memerintah Yogyakarta pada 1755-1892.

Makam tokoh bangsawan ini didatangi oleh masyarakat dari berbagai etnis, seperti Madura, Jawa, dan Tionghoa.

2. Bernuansa Budaya Tionghoa

Area Pesarean Gunung Kawi dikenal memiliki sentuhan budaya Tionghoa yang cukup kental. Nuansa tersebut membuat kawasan ini terasa seperti membawa pengunjung menjelajahi Negeri Tirai Bambu di masa silam. Hal ini berawal ketika datangnya pria dari China bernama Tamyang, untuk mengunjungi gunung tersebut bertemu Eyang Jugo.

Eyang Jugo disebut pernah melakukan perjalanan ke daratan China, lalu bertemu seorang perempuan hamil yang kehilangan suaminya. Eyang juga dikatakan telah menyelamatkan orang tersebut dari kemiskinan.

Saat Eyang Jugo kembali ke Jawa, dia berpesan bahwa jika anak tersebut sudah besar, maka suruhlah datang ke Gunung Kawi di Jawa. Nah, anak dari janda yang pernah dibantunya itu adalah Tamyang.

Konon, sekitar tahun 1940-an Tamyang datang ke Gunung Kawi untuk membalas kebaikan Eyang Jugo. Sejak saat itu, dia merawat makam Eyang Jugo dengan penuh perhatian. 

3. Terdapat Mitos Pohon Dewandaru

Di Gunung Kawi, ada pohon yang dipercaya masyarakat setempat bisa membawa keberuntungan. Pohon itu dinamakan Dewandaru, yang disebut ditanam oleh Eyang Jugo. Lokasinya berada di area pemakaman, sehingga juga disebut sebagai shian-to, atau pohon dewa oleh orang Tionghoa

Banyak peziarah menganggap pohon ini bisa memberi kekayaan dengan cara menunggu dahan, buah, atau daun yang jatuh.

4. Situs Bersejarah Prabu Sri Kameswara

Pada ketinggian 700 meter di Gunung Kawi, terdapat situs bersejarah yang pernah jadi milik Prabu Kameswara. Dia adalah pangeran Kerajaan Kediri yang beragama Hindu. Mengutip dari laman detik travel, dulunya setelah prabu bertapa di tempat tersebut, dia akhirnya bisa menyelesaikan masalah politik di kerajaannya. 

Melansir dari berbagai sumber, sekarang situs bersejarah tersebut digunakan sebagai tempat pemujaan dan praktik pesugihan.

Itulah fakta unik seputar Gunung Kawi, dibalik isu pesugihan yang dikaitkan dengan artis hingga pejabat. Bagaimana pendapatmu?

Dapatkan informasi seputar konten sejarah, budaya dan pengetahuan umum lainnya untuk memperluas wawasan di DensKnowledge.



Share this article

Rate this article



Rekomendasi Artikel Lainnya

Live Chat